Rabu, 31 Oktober 2012

THE S.I.G.I.T

The S.I.G.I.T


The S.I.G.I.T live at Jakarta Rock Parade 2008
The S.I.G.I.T (The Super Insurgent Group of Intemperance Talent)

Background information
Origin : Bandung, West Java, Indonesia
Genres : Rock, Blues, Psychedelic rock, Garage Rock
Years active : 2002—present
Labels : FFCUTS records, Spills records, Caveman!, Reverberation
Website : www.thesigit.com
Members
Rektivianto Yoewono - (Vocal, guitar)
Aditya Bagja Mulyana - (Bass, backing vocal)
Farri Icksan Wibisana - (Guitar)
Donar Armando Ekana - (Drums)

Profil dan Biodata The S.I.G.I.T
The S.I.G.I.T dibentuk pada tahun 1997 semasa para personelnya masih duduk di bangku SMA. Nama THE SIGIT sendiri baru dipakai pada tahun 2002. Tahun 2004 mereka membuat demo EP berisi 6 lagu. Sebelumnya pada awal karier, mereka kerap manggung di acara-acara kampus. The S.I.G.I.T adalah singkatan dari "The Super Insurgent Group of Intemperance Talent". The SIGIT merupakan potret band indie yang melek teknologi dengan memanfaatkan situs jejaring sosial untuk mengenalkan lagu-lagu mereka. Lewat dunia maya pula mereka akhirnya dikenal oleh salah satu pemilik label di Australia yang kemudian menawari band ini untuk membuat album THE SIGIT versi Australia.

Setelah 'menguasai' Australia, kini The Super Insurgent Group of Intemperance Talent (The S.I.G.I.T.) bakal menjelajahi Amerika Serikat. Menurut rencana, band garage rock asal Bandung ini akan tampil dalam South by South West (SXSW) Festival yang merupakan ajang tahunan unjuk kebolehan band-band independen di Austin, Texas pada tanggal 19 Maret 2009 mendatang.

Nama The S.I.G.I.T sudah tercantum sebagai salah satu dari 1163 band yang akan tampil dalam festival yang berlangsung di Submerged tersebut. Selain mereka, ada pula band asal Indonesia lainnya, yaitu White Shoes and The Couples Company yang pada tahun lalu sukses menggebrak SXSW.

Sebelumnya, band yang digawangi oleh Rekti, Farri, Acil dan Adit ini bakal unjuk gigi pula di San Francisco, California. The S.I.G.I.T akan manggung di Thee Parkside bersama band punk / garage / psychedelic rock asal Los Angeles, Lords of Altamont pada 15 Maret 2009.

The S.I.G.I.T Bisa Kalem Namun Menggigit
Mengusung aliran musik rock and roll, The Super Insurgent Group of Intemperance Talent, biasa disingkat The S.I.G.I.T tidak tabu untuk tampil tanpa distorsi secara langsung di depan ribuan penggemarnya.

Hal itu dibuktikan oleh Rektivianto Yoewono [vokal, gitar], Aditya Bagja Mulyana alias Adit [bas], Donar Armando Ekana alias Acil [drum, vokal], dan Farri Icksan Wibisana [gitar] dalam konser tunggal berjudul “The Dyslexia Concert” di The Venue Eldorado Bandung, Sabtu [20/06/09] lalu.

Penampilan yang kalem namun menggigit itu mereka selipkan pada bagian kedua konser.

Untuk mendukung musiknya, grup musik yang sudah terbentuk sejak tahun 2002 ini menggandeng Hendi ‘Unyil’ Priyatna yang biasanya tampil bersama The Milo. “Ini pertama kali kita main akustik,” kata Rekti, sang penyanyi.
Sembari memetik gitarnya, dia melantunkan refrain ‘Provocateur’ yang merupakan versi kalem dari lagu ‘Black Amplifier’ yang jadi lagu pembuka dalam konser tunggal pertama The S.I.G.I.T di Indonesia ini. Menariknya lagi saat Insurgent Army-sebutan untuk penggemar mereka- menyanyi bersama, tiba-tiba dinding dan langit-langit The Venue mendadak berkerlap-kerlip dalam warna biru dan putih.

Kehangatan dan kebersamaan sekitar 2 ribu penonton malam itu benar-benar terasa. Satu persatu, lagu-lagu dari album pertama “Visible Idea of Perfection” seperti ‘New Generation’ dan ‘Live in New York’ dinyanyikan bersama-sama layaknya sebuah paduan suara.

Pengaruh Led Zeppelin pada grup musik ini terasa kental. Lihat saja gaya Farri menggesek senar gitarnya dengan bow atau alat gesek biola yang terbuat dari ekor kuda pada lagu ‘Only Love Can Break Your Heart’. Tembang milik rocker Inggris, Neil Young ini berhasil dibawakan dengan apik oleh Rekti, yang mengaku itu lagu favoritnya.

The S.I.G.I.T yang sempat menjelajah sembilan kota dan tampil di 16 panggung selama sebulan penuh saat di Australia itu melanjutkan konsernya dengan raungan gitar elektrik lewat ‘Alright’, ‘Up and Down’, ‘The Party’, ‘Bhang’, ‘Midnight Mosque Song’, dan ‘Did I Ask Your Opinion’ yang merupakan soundtrack dari film Catatan Akhir Sekolah.

Lepas itu, grup musik yang baru saja pulang dari tur di Amerika ini ‘berupaya’ menyudahi konsernya lewat ‘Nowhere End’. Sebelum dinyanyikan, para personil The S.I.G.I.T membagikan puluhan tamborin untuk dibunyikan bersama-sama.

Pada bagian akhir, masing-masing personil memegang stik drum dan meninggalkan instrumennya. Mereka menggebuk dengan irama yang semakin cepat sampai akhirnya keluar dari panggung.

Setelah melepas semua kemeja hitam yang sedari awal dikenakannya, Rekti, Adit, Acil, dan dan Farri kembali naik ke panggung. Mereka menyelesaikan encore dengan permainan musik yang lebih ‘liar’.

Encore adalah babak tambahan dalam suatu konser, yang biasa [dulunya] dimainkan berdasarkan permintaan penonton begitu pertunjukan berakhir. Dalam bahasa Prancis, encore berarti lagi.

Untung saja pilihan lagu pada bagian akhir ini tepat. Sehingga para penonton tanpa dikomando ikut menyanyikan lagu ‘Clove Doper’, ‘Soul Sister’, dan ‘Money Making’. Sebagai penyempurnanya, penonton diguyur oleh uang-uangan kertas dari atas gedung pertunjukkan.

“Buat kami ini merupakan konser yang sangat penting dan ini menjadi tonggak buat kami ke depannya,”
Diposkan oleh chu,chu,chu di 08.29 0 komentar
The S.I.G.I.T Tegang Konser 3 Kota di Amerika
Sukses di Australia, band asal Bandung The S.I.G.I.T menuju Amerika. The S.I.G.I.T yang akan konser 3 kota di negara Adidaya itu mengaku tegang.

"Ini sangat menegangkan. Excited. Ini pertama banget kita main di sana. Kita mengharapkan hasil yang sukses," ujar Farri sang gitaris yang ketika berbincang dengan detikhot via ponselnya tengah berada di bandara untuk bersiap menuju Amerika, Kamis (12/3/2009).

Rencananya Rekti (vokal), Farri (gitar), Acil (drum) dan Adit (bass) akan berada di Amerika selama 15 hari. Setelah itu mereka langsung bertolak ke Hong Kong untuk menggelar sebuah pertunjukan di sana.

Tak ada persiapan khusus yang dilakukan pelantun hits 'Black Amphifier' itu selain berdoa. Mereka juga akan memanfaatkan waktu kosong untuk menelusuri kota-kota di Amerika.

20 06 2009 Konser yang sangat saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Konser band The SIGIT tanggal 20 juni 2009 di the venue, Eldorado, jl Sethiabudhi 438, yang bertajuk ‘The Dyslexia concert’, Acara yang disponsori oleh L.A. lights ini ini berjalan sangat sangat sangat sukses.

Saya datang terlambat sehingga melewatkan penampilan band pembuka jack & four men. Saya datang saat band pembuka lainnya, monkey to millionaire, memainkan lagunya yang berjudul ‘rules and policy’. Penampilan band asal Jakarta ini sangat baik. 3 punggawa band ini lalu memainkan laTercipta sing along saatgu-lagu dari albumnya yang baru, Lantai merah.

Setelah penampilan monkey to millionaire, band pembuka yang tampil adalah Speaker First, band rock n roll asal Bandung ini langsung membuka dengan intro diawal penampilannya. Teriakkan penonton menggema saat Reda sang vokalis naik keatas panggung. Lagu-lagu mereka bawakan dengan baik. speaker first membawakan lagu ‘tak apa (kau yang pinta)’, lagu dari album ‘whatever you say’ mereka bersama label Sony music. Tak lupa ucapan terima kasih pun datang dari Speaker First dan Speaker People (fans dari speaker people).

Penampilan The Sigit sudah sangat ditunggu oleh para penonton yang memadati the venue Eldorado. Penoton yang hadir diperkirakan hingga 3000-an orang. Penonton pun semakin merapat ke depan panggung demi melihat sang pujaannya.

The SIGIT, Band yang beranggotakan Rekti (vocal&gitar), Farri (gitar), Adit (bass), Acil (drum) ini langsung menghentak dengan lagu pembuka ‘Black amplifier’ dari album visible idea of perfection. Lagu pembuka yang meningkatkan adrenalin penonton, ditemani dengan tata cahaya yang bagus, sound yang terdengar sangat rapih, sehingga membuat penampilan mereka sungguh apik.

Penonton terus mereka hajar dengan lagu-lagu lama dan baru mereka. ‘Let it go’, ‘Horse’, ‘Save me’, ‘Damned woman’, ‘No hook’ dan beberapa lagu barunya.

Saat yang mengesankan adalah The SIGIT tampil akustikan di lagu ‘Black amplifier’, ‘New generation’, ‘Live in new York’, Lalu lagu milik Niel Young, ‘Only Love Can Break Your Heart‘.

Pada lagu ‘All the time’ the SIGIT mengaransemen ulang lagunya yang menjadikan lagu ini mempunyai suasana baru. Good aransemen. Lalu penampilan The SIGIT dilanjutkan dengan lagu barunya (ada yang menggunakan suling) , lalu lagu ‘Allright’, ‘Did I ask your opinion’ dan ‘Nowhere end’ yang menampilkan personil band Speaker First dalam penampilannya sehingga semakin membuat suasana semakin meriah hingga akhirnya encore.

Teriakan “We want more.. We want more.. We want more..” terus menggema.

The SIGIT kembali memacu adrenalin penonton hingga berpeluh keringat dengan hentakan lagu ‘Clove doper’ yang membuat penonton terus menggerakkan tubuhnya menikmati alunan musik. Pada lagu ‘Soul sister’, penonton menyanyikan lagu tersebut dengan fasih dari awal hingga akhir lagu.

Lagu money making menjadi penutup di penghujung konser

Konser yang sangat berhasil. Sangat memuaskan penonton. Penampilan yang mengesankan. Selamat untuk The SIGIT untuk album barunya. Semoga semakin banyak yang mengapresiasi band ini. Amin.
Diposkan oleh chu,chu,chu di 08.08 0 komentar
Hertz Dyslexia Mini Album Terbaru The S.I.G.I.T


Setelah kembali ke Indonesia, The S.I.G.I.T yang beranggotakan Rekti (vokal), Farri (gitar), Acil (drum) dan Adit (bass) mulai bersiap untuk meluncurkan mini album terbaru bertajuk “Hertz Dyslexia”. Lagu “Money Making” dan “Midnight Mosque Song” yang berada dalam mini album tersebut sudah bisa didengar di myspace mereka.

“Hertz Dyslexia” sebenarnya dijadwalkan keluar Februari lalu. Akan tetapi, karena masih berada di tangan Lembaga Sensor Film, mini album tersebut belum bisa keluar.

Mini album mereka harus melalui Lembaga Sensor Film karena menyertakan DVD rekaman penampilan The S.I.G.I.T. “Jadi peraturan pemerintah sekarang kalau mau rilis video harus lewat badan sensor film. Nah itu stuck di situ. EP (extended play atau mini album) semua produksi sudah jadi, jadi tinggal menunggu DVD.

Rencananya, ada dua cakram padat berbeda dalam rilisan tersebut. Cakram padat pertama berupa tujuh lagu dengan bonus DVD, sementara cakram kedua berisi empat lagu jika pembeli membeli kaos bergambar sampul mini album “Hertz Dyslexia”.

Seperti mini album dan album perdana, lirik lagu di “Hertz Dyslexia” mayoritas dibuat Rekti. Sementara, musik digarap bersama-sama. Rekti dan Acil mengaku dalam mini album terbaru ini, mereka bisa lebih berimprovisasi.

“Kalau dulu kita kan lebih ngejar hook-nya yang lebih sinistik, lebih gampang ngikutin iramanya. Kalau sekarang lebih banyak pemahaman beat, noise,” atau “Lebih keras”. Di EP ini kan ada 11 lagu, dan Ini merupakan jembatan ke album kedua karena ada nuansa-nuansa album keduanya.

Selain mempersiapkan peluncuran album, The S.I.G.I.T juga akan menggelar The Dyslexia Concert di The Venue, Eldorado, Bandung , 20 Juni 2009. Setelah itu, mereka akan menyiapkan album baru dan merencanakan tur.
Diposkan oleh chu,chu,chu di 07.57 0 komentar
Senin, 16 November 2009
the S.I.G.I.T live concert at jogja

Setelah 'menguasai' Australia, kini The Super Insurgent Group of Intemperance Talent (The S.I.G.I.T.) bakal menjelajahi Amerika Serikat. Menurut rencana, band garage rock asal Bandung ini akan tampil dalam South by South West (SXSW) Festival yang merupakan ajang tahunan unjuk kebolehan band-band independen di Austin, Texas pada tanggal 19 Maret 2009 mendatang.

Nama The S.I.G.I.T sudah tercantum sebagai salah satu dari 1163 band yang akan tampil dalam festival yang berlangsung di Submerged tersebut. Selain mereka, ada pula band asal Indonesia lainnya, yaitu White Shoes and The Couples Company yang pada tahun lalu sukses menggebrak SXSW.

Sebelumnya, band yang digawangi oleh Rekti, Farri, Acil dan Adit ini bakal unjuk gigi pula di San Francisco, California. The S.I.G.I.T akan manggung di Thee Parkside bersama band punk / garage / psychedelic rock asal Los Angeles, Lords of Altamont pada 15 Maret 2009.


Foto PERSONEL The S.I.G.I.T :

Nama: Rektiviaton Yoewono
Posisi: vokal & gitar

Nama: Aditya Bagja Mulyana
Posisi: bas dan vokal
Nama: Farri Icksan Wibisana
Posisi: gitar dan vokal


Nama: Donar Armando Ekana
Posisi: drums



D I S C O G R A P H Y :

  • Visible Idea of Perfection ( 2007 )
    Release Date : January & June 2007
    Record Label : FFCUTS & Caveman! / Reverberation
    Format : CD


    TRACK :
    1. Black Amplifier
    2. Horse
    3. No Hook
    4. New generation
    5. Nowhere End
    6. Live In New York
    7. Clover Dover
    8. Soul Sister
    9. Save Me
    10. Let It Go
    11. All The Time
    12. Allright
    13. Satan State
    14. The Provocateur (Hidden Track)
            ...DOWNLOAD...


  • Hertz Dyslexia EP – Part 1 ( 2009 )
    Release Date : June 2009
    Record Label : FFCUTS
    Format : CD + DVD


    TRACK :
    1. Money Making
    2. Bhang
    3. Only Love Can Break Your Heart
    4. Verge of Puberty
    5. The Party
    6. Lost
    7. Midnight Mosque Song
            ...DOWNLOAD...





  • Hertz Dyslexia EP – Part 2 ( 2011 )
    Release Date : April 2011
    Record Label : FFCUTS
    Format : T’Shirt + Download


    TRACK :
    1. Up and Down
    2. AM Feeling
    3. YHWH
            ...DOWNLOAD...




MY CHEMICAL ROMANCE


My Chemical Romance adalah grup musik asal New Jersey, yang dibentuk pada bulan September tahun 2001 oleh Gerard Way dan Matt Pelissier. My Chemical Romance adalah grup band yang menurut media bergenre pop punk, post-hardcore, "punk revival", rock alternatif. Namun grup ini mendeskripsikan musik mereka sebagai musik "rock" atau "pop yang kasar",dan menolak diklasifikasikan sebagai emo.

Saat ini, band ini beranggotakan Gerard Way (vokal), Mikey Way (bass), Ray Toro (lead guitar), Frank Iero (gitar), dan Mike Pedicone (drum) yang menggantikan Bob Bryar yang merupakan drummer sebelumnya yang keluar pada Maret 2010. Nama band ini terinspirasi oleh buku karangan Irvine Welsh yaitu Ecstasy: Three Tales of Chemical Romance.


Grup ini telah merilis empat album yaitu I Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love pada tahun 2002, Three Cheers For Sweet Revenge pada tahun 2004, The Black Parade pada tahun 2006 dan Danger Days: The True Lives Of The Fabulous Killjoys yang dirilis pada tanggal 22 November 2010.
Band ini mendapat inspirasi dari Queen, Black Flag, Iron Maiden, The Misfits, Morissey, At the Gates, Pink Floyd, The Smashing Pumpkins, Descendents, Pantera, The Cure, dan The Smiths. Selain terinspirasi, mereka juga menginspirasi sekelompok anak muda asal Indonesia yang akrab disebut kelompok SGW.

Biodata / Profil My Chemical Romance
Nama : My Chemical Romance
Berdiri : September 2011

Personil
Gerard Way (vokal)  
Mikey Way (bass)  
Ray Toro (lead guitar)  
Frank Iero (gitar)  
Mike Pedicone (drum)

Album 2002: I Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love
2004: Three Cheers for Sweet Revenge
2006: The Black Parade
2010: Danger Days : The True Lives Of The Fabulous Killjoys



Lirik dan Chord Lagu My Chemical Romance - Welcome To The Black Parade

G D
When I was a young boy,
Em D
My father took me into the
Am C D
city to see a marching band.

G D
He said, "Son when you grow up,
Em D Am C D
would you be the saviour of the broken, the beaten and the damned?"
G D
He said "Will you defeat them,
Em D Am C D
your demons, and all the non believers, the plans that they have made?"
G D
Because one day I'll leave you,
Em D
A phantom to lead you in the
Am C D
summer, to join the black parade."

INSTRUMENTAL: (G,D,Em,D,Am,C,D) PLAY 1ST VERSE AGAIN

VERSE 2: STRUM FAST
G D Em D
Sometimes I get the feeling she's watching over me.
Am C D (Dsus)
And other times I feel like I should go.
G D Em D
And through it all, the rise and fall, the bodies in the streets.
Am C D
And when you're gone we want you all to know.

G D
We'll carry on,
Em D
We'll carry on
Am C
And though you're dead and gone believe me
D
Your memory will
G D
carry on
Em D
We'll carry on
Am C
And in my heart I can't contain it
D
The anthem won't explain it.

G D Em D
A woman sends you reeling from decimated dreams
Am C D
Your misery and hate will kill us all.
G D
So paint it black and take it back
Em D
Lets shout it loud and clear
Am C
Defiant to the end
D
We hear the call

G D
To carry on
Em D
We'll carry on
Am C
And though you're dead and gone believe me
D
Your memory will
G D
Carry on
Em D
We'll carry on
Am C
And though you're broken and defeated
D
Your weary widow marches

Em Am
On and on we carry through the fears
Ooh oh ohhhh
Em Am
Disappointed faces of your peers
Ooh oh ohhhh
C D
Take a look at me cause I could not care at all

G
Do or die
D
You'll never make me
Em D
Because the world, will never take my heart
Am C
You can try, you'll never break me
D D
You want it all, you wanna play this part

G
I won't explain or
D
Say I'm sorry
Em D
I'm unashamed, I'm gonna show my scar
Am
Give a cheer, for all the broken
D
Listen here, because it's who we are

G D
I'm just a man, I'm not a hero
Em D
I'm just a boy, who's meant to sing this song
Am
I'm just a man, I'm not a hero
D D D
I -- don't -- care

G D
We'll carry on
Em D
We'll carry on
Am C
And though you're dead and gone believe me
D
Your memory will

G D
Carry on
Em D
You'll carry on
Am C
And though you're broken and defeated
D
Your weary widow marches on

We'll carry on
We'll carry on
We'll carry on
We'll carry
We'll carry on

G D
(Do or die You'll never make me
Em D
Because the world, will never take my heart
Am C
You can try, you'll never break me


MELODIC

Sejarah Musik Melodik


Mendengar kata "Punk" pastilah yang terbayang dibenak kita adalah musik yang sangat keras, dipenuhi dengan teriakan amarah, gaya berpakaian yang kusut dan rambut mohawk yang tinggi menjulang. Memang, karena hal itu disebabkan oleh subkultur punk yang timbul dari rasa muak para pekerja pelabuhan di Inggris pada era 70-an terhadap budaya pop dan kapitalisme yang berkembang pada saat itu. Maka tak heran jika mereka menyuarakan tentang persamaan hak, antisosial, dan anti kemapanan.
Anti kemapanan tersebut berarti bahwa mereka para punk, tidak merasa terikat dengan norma yang berlaku dimasyarakat dan mereka merasa dapat hidup dengan cara mereka sendiri untuk mencapai tujuan asal tidak merugikan orang lain. Band Punk generasi pertama ialah Sex Pistol di Inggris dan Ramones di Amerika
Namun seiring perkembangan jaman, maka musikalitas punk pun semakin berkembang. Salah satunya ialah subgenre "Melodic Punk", ya subgenre ini memiliki ciri musik yang lebih dapat diterima karena gaya bermusik yang cenderung lebih "halus" dan bahkan tidak sedikit dari band-band yang memiliki jenis musik ini "tergoda" untuk keluar dari jargon anti kemapanan yang mereka usung karena memang musik dapat lebih diterima oleh banyak kalangan. Band-band seperti Blink 182,Green Day, SUM 41, Simple Plan,dan Good Charlotte adalah contoh dari pengusung melodic punk yang berhasil masuk mainstream. Namun begitu, masih banyak pula band melodic punk yang memegang teguh idealisme mereka seperti NOFX, Bad Religion, No Use For a Name, Not Available dan lainnya.

Bahkan NOFX dan Bad Religion memiliki record label sendiri yaitu Fat Wreck (NOFX) dan Epitaph (Bad Religion) yang mewadahi band-band dengan jenis musik sejenis dan mereka masih terus dapat exist dengan slogan Do It Yourself. Melodic Punk biasanya mengangkat tema-tema yang lebih beragam dalam musik mereka seperti protes sosial, kecaman kepada pemerintah, persahabatan dan bahkan banyak pula percintaan. Tercermin dalam judul-judul lagu seperti contohnya Murder The Government, drop the world, falling in love(NOFX), Dear my friend, angry fist fighting soul (Hi-Standard), Joana (Not Available), On the outside, not your saviour (No Use For A Name).
Ya... Kesimpulannya, melodic punk dapat dijadikan referensi alternatif ditengah serangan band-band pop dan melayu yang saat ini sangat marak di negeri kita.
 
SEJARAH MUSIK MELODIC PUNK

Siapa bilang punk warna musiknya marah-marah melulu? Buktinya band-band melodic punk bisa kok beromantis ria, dengan kemasan musik tetap sangar, tapi enak didengar. Hampir setiap tahun kita bakal bertemu dengan nama-nama baru di dunia musik. Sebagian dari mereka bertahan dan sebagian menghilang entah ke mana. Biasanya beberapa band yang bisa survive muncul barengan dengan menawarkan kesamaan bentuk musik pula. Lama- lama kesamaan itu mewabah, menjadi tren dan akhirnya bisa menularkan gaya mereka ke band-band lain yang belakangan muncul.
Seseorang pernah menulis kegusarannya tentang pola di atas dalam sebuah mailing list, "Zaman alternative rock, semua musik disebut alternative. Netral pun (yang musiknya lebih cenderung punk) disebut alternative rock. Paling parah zaman hip-metal. Sampai-sampai Korn pun disebut hip-metal oleh sebuah majalah," begitu tulisnya. Tulisan itu dibuat saat di mailling list sedang terjadi perdebatan soal berkembangnya kembali musik punk dalam kemasan yang lebih baru. Jangan-jangan sebuah band yang bukan punk karena sekarang lagi mewabah, eh dibilang punk juga.

Kalau sudah begini, banyak orang yang merasa lebih tahu. Mereka merasa "lebih punk" ketimbang yang lain sehingga cenderung membuat banyak batasan atau aturan, yang justru dalam konteks debat soal "punk atau bukan", malah berlawanan dengan semangat antikemapanan yang jadi "ajaran" awal punk.


Sudah tidak provokatif

Terserah, kalau memang masih mau ribut soal "punk atau bukan" sebuah band. Bisa jadi debat ini akan membuat si teman kita itu makin kesal lagi. Yang pasti, belakangan ini dunia musik memang tengah dibanjiri kemunculan band-band dengan warna musik punk yang lebih modern. Bukan hanya di luar negeri, tapi juga dari pentas musik dalam negeri.

Punk dengan kemasan "lebih trendi" sebenarnya juga tetap berakar dari punk. Sejalan dengan perubahan zaman, punk sebagai sebuah aliran musik pun mengalami banyak perubahan. Punk sekarang mungkin akan terdengar jauh berbeda dengan warna musik punk di awal kemunculannya. Saat The Ramones di Amrik atau Sex Pistols di Inggris menggila di akhir dekade 1970-an. Atau sebut saja Rocket Rockers dari Bandung dan Endank Soekamti dari Yogyakarta.Jadi, sah saja bila musik punk pun di tiap masanya, punya massa yang berbeda. Sesuai dengan perubahan corak musik yang muncul di dalam musik punk yang sedang in saat itu.
Nah, band-band yang disebut belakangan dan lagu-lagunya sedang airplay di radio-radio plus MTV itulah, yang kemudian disebut sebagai band-band beraliran melodic punk. Sebuah interpretasi baru terhadap akar musik punk hingga menjadi tren sekarang ini. Ada benang merah yang bisa ditarik dari band-band pengusung melodic punk tersebut. Dibandingkan dengan band-band dengan gaya punk lainnya, nada dan komposisi lagu-lagu dari style band-band melodic punk nyanyikan lebih tertata rapi. Musiknya juga lebih banyak akrab dan enak didengar. Kalau biasanya punk lebih terfokus untuk memprovokasi massa, atau selalu punya tujuan membangkitkan semangat dan emosi massanya, para pengusung melodic punk lebih concern kepada musik yang mereka mainkan.

Berawal di Bandung

Bandung kembali mendahului kota lain sebagai pionir dalam memproduksi grup melodic punk ini. Mungkin bisa disepakati bahwa kemunculan melodic punk diawali dengan nama Rocket Rockers. Sebuah grup melodic punk yang merilis album mereka di tahun 2002, tahun di mana belum ada band yang merilis album dan konsisten melantunkan melodic punk di Indonesia. Tapi, kalau kita rajin main ke Bandung, embrio melodic punk ini sudah ada sejak awal 1990-an.Pada kenyataannya, banyak pula band seangkatan Rocket Rockers yang baru belakangan muncul albumnya, seperti The Bahamas atau Nudist Island. Selain band-band tersebut, banyak juga band-band SMU saat itu yang memainkan lagu-lagu dari band-band melodic punk luar, macam Blink 182. Itu tidak hanya terjadi di Bandung. Anak-anak SMU di Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, dan berbagai kota kecil lainnya sering mengumandangkan lagu-lagu Blink di studio latihan mereka. Bahkan, dalam sebuah audisi di Kota Bogor untuk sebuah acara musik indie, 70 persen dari peserta audisi adalah band beraliran melodic punk.

Melodic punk jadi fenomena di peta musik lokal. Mulai merambah ke arah timur pulau Jawa. Tepatnya di Yogyakarta, yang kemudian memunculkan nama seperti Endank Soekamti. Sebuah band yang berisi tiga anak kelahiran tahun 1980-an dan menyebut musik mereka secara becandaan sebagai "melodic soekamti". Dari awal terbentuknya di tahun 2000, para personel band yang namanya diambil dari nama seorang cewek dan guru favorit mereka ini sudah terkontaminasi lagu-lagunya Blink 182. Tepatnya saat mereka ber-jam session (saat itu band belum terbentuk) di sebuah acara tahun baru. Di atas panggung mereka sepakat untuk membawakan lagu-lagunya Blink 182. Maka, akhirnya seusai manggung, mereka pun memutuskan untuk membentuk sebuah band. "Sebenarnya di Yogya banyak sekali band punk sejenis. Kita bisa menemukan mereka di sekitaran Mirota Kampus (dekat UGM)," ujar Erick, vokalis sekaligus basis di grup itu. "Kami sendiri sebenarnya menyanyikan lagu cinta, lho. Tapi, enggak ada tuh kata-kata puitis nan manis. Apa adanya saja, malah cenderung kasar. Musiknya pun kasar, sesuai dengan jiwa kami yang kasar," terang Erick sambil tertawa. Penjelasan Erick tadi merupakan definisi dari apa yang mereka sebut sebagai "melodic soekamti". Tapi, para personel band ini malah enggak pernah mengharamkan kata cinta di lirik-lirik mereka. "Lha, gimana lagi? Itu kata-kata yang kami pakai untuk merayu cewek-cewek. Dan enggak ada penggantinya yang sempurna," kilah sang vokalis lagi.

Dari sekadar ingin menunjukkan bahwa orang kasar seperti mereka bisa beromantis ria juga, mereka pun menemukan konsep bermusik yang mereka sukai. Sama seperti Ucay dan Rocket Rockers-nya, Erick dan kawan-kawan memilih warna musik yang disebut orang sebagai melodic punk. Malah belakangan di Yogya sudah muncul komunitas penggemar warna musik ini, dengan menyebut komunitasnya sebagai "Jogja melodic".

Jakarta pun akhirnya mengeluarkan jagoan mereka, The Superglad. Empat cowok yang punya ritual "Jumat agung" (maksudnya latihan setiap Jumat di studio musik mereka sampai pagi) ini punya karakter musik yang setipe dengan Endank Soekamti. Pada sebuah kesempatan, Lukman sang vokalis pernah bertutur, "Kali ini, gue memang pengin beda sama band gue terdahulu (Waiting Room- Red). Gue pengin bikin nada-nada yang memang mudah diterima." Itulah yang membuat konsep bermusik The Superglad berbeda, walaupun semua personelnya juga eks-personel Waiting Room.


Lebih terbuka

Melodic punk ini sangat terbuka dalam perkembangannya, tidak mengharamkan masuknya unsur-unsur baru dalam bermusik. Sebagai contoh, kita bisa dengar dan rasakan perbedaan di album Blink 182.Mereka berusaha mencari hal-hal baru untuk lagu-lagunya agar tidak stuck dengan pola lama. Masalah diakui sebagai punk atau tidak, terserah saja. Begitulah melodic punk, terbuka menerima unsur baru.

Dengan mewabahnya melodic punk secara bersamaan di hampir banyak negara di seluruh dunia, membuat tren ini semakin sulit ditahan untuk membesar. Band-band baru "pendukung" gaya yang disepakati dimulai Blink 182 ini semakin banyak saja. Seperti The Ataris, band yang namanya cukup besar di Amrik, tapi baru masuk ke pasar Indonesia belakangan ini. The Ataris memang sempat terjegal policy label karena dianggap enggak bakal laku di pasar Indonesia. Tapi, sekarang label rekamannya "latah" merilis album band tersebut, karena band-band sealiran yang lebih dulu dirilis di Indonesia, ternyata laris manis.
Filosophy dan Komersialisasi PUNK Menuju Trendy

Punk adalah pemikiranmu dan bukan dilihat dari segi pakaian.Jangan mengaku punk jika kau berkunjung ke klab malam dan berada di tengah lantai disko serta menengguk minuman mahal. Punk bukan seperti itu. Punk itu dianut dan bukan disukai.Punk bukan untuk membanggakan diri, bukan pula untuk mencari popularitas akan tetapi punk adalah untuk membantumu melangkah, sebagai suatu philosophi, sebagai suatu area berfikir kritis, sebagai suatu ruang gerak, dan sebagai suatu perlawanan. Lebih baik kau buang saja kaset-kaset, CD-CD atau semua fashion yang membuatmu merasa punk, karena itu semua hanyalah atribut dan tidak berarti apa-apa.

Ada juga yang menyebutkan, punk bukanlah fashion! Ya,bisa dikatakan seperti itu.Bahkan punk juga tidak sekadar musik. Punk adalah gaya hidup. Berarti akan menempel di keseharian kita. Jadi bagaimana dan kapan kita bisa mengaku bahwa kita adalah punkers? Apakah saat kita tiap pagi dibangunkan oleh jeritan Johny Rotten (Sex Pistols)? Atau saat kita muncul di jalan dengan rambut mo-hawk, jins penuh tambalan dan boot?
Jadi,punk lebih dari itu. Punkers bukanlah orang yang tak mempunyai tujuan hidup. Agak sulit ya kita menjadi punkers kalau kita sendiri tidak mengerti kenapa orang-orang memilih menjadi punkers.


Definisi Punk

Menurut kamus bahasa Inggris, punk bisa berarti tidak penting, tidak berguna, busuk.Sekarang kita lihat arti punk, menurut seorang guru punk, bernama Joe Kidd. Menurutnya punk punya arti yang be-rubah sesuai dengan tingkat kedewasaannya. Saat dia berusia 13 tahun, punk baginya adalah sesuatu yang liar, dandanan yang revolusioner, enggak perlu ke sekolah, dan musik se-tiap saat. Lalu dia terus berpikir dan akhirnya menemukan bahwa punk adalah sebuah semangat. Semangat untuk perubahan, ketidaktergantung-an, proses kreatif dan peduli tentang politik. Semakin lama pandangan punk makin luas. Tapi penekanannya tetap di bagian yang sama. Punk adalah sebuah semangat untuk menghadapi hidup dengan kreativitas tinggi. "Bagaimanapun, seseorang yang berpakaian seperti punk dan mendengarkan musik-musik punk mungkin hanya untuk menyesuaikan diri dengan pergerakan punk dan hal ini bukanlah punk sebenarnya, karena punk adalah ideologi dan bukan trend."

Dilihat dari aspek kehidupan,punkers (sebutan bagi anak punk) berasal dari kalangan menengah ke bawah.Mereka mempunyai tujuan yang sangat sederhana,yaitu tidak mau di ganggu,minum minuman beralkohol,dan mendengarkan musik.Tentunya untuk terus hidup seperti itu tidak bisa terjadi begitu sajaMereka tumbuh jadi orang yang bekerja keras di siang hari. Tujuannya hanya mengumpulkan uang untuk bersenang-senang di malam hari. Tapi satu semangat mereka adalah untuk mandiri atau tidak tergantung. Jadi punkers selalu berusaha untuk bekerja apa pun. Inilah yang menunjukan semangat punk untuk hidup mandiri.

Modal lain untuk melakukan itu semua adalah brain! Yup, kita harus punya otak dong. Kalau otak kita kosong, bakal ditipu terus. Gimana pula kita bisa menghadapi perubahan, dan mengerti tentang situasi politik. Oleh karena itulah bohong besar kalau punkers tidak memerlukan pendidikan. Walau memang tidak harus di sekolah formal..Seseorang yang benar-benar bisa menghadapi tantangan hidup. Selalu siap menghadapi ber bagai keadaan.Tidak berarti kita harus selalu tidur di pinggir jalan. Tapi kita siap jikalau harus hidup di pinggir jalan. Bukan cuma berani menggunakan celana jeans ketat, rambut mohawk, sepatu boots saja. Tapi kita juga harus malu kalau masih minta uang ke orang lain. Termasuk orang tua kita.

Sebagai contoh,seseorang yang berdandan ala punk layaknya bunga yang berusaha memikat sang lebah untuk hinggap di kelopaknya. Rambut mohawk, pakaian bolong-bolong, piercing/tindik sempurna namun hati dan jiwa pemuda cinta. Baru mengenakan atributnya saja mereka merasa seorang jagoan, merasa punk sebenarnya. Sejatinya apa yang mereka kenakan tersebut hanyalah sebuah topeng.Sepatu Martin atau underground mengkilat, masih baru dan diimport langsung dari negara produsennya, t-shirt asli buatan luarnegeri berlambang anarki atau apapun yang memang identik dengan punk selalu membuatku terharu dan merasa berduka. Punk saat ini menjadi konsumsi kaum-kaum mapan secara materi, sebagai simbol gaul dan trend dan tak lebih dari sekedar fashion. Hanya penampilan dan bukannya pemikiran. Tak ada lagi pemikiran kritis, tak ada lagi kepedulian terhadap kaum lemah sekitarnya, tak ada lagi sikap anarkis, yang ada hanyalah punk yang berlabel kapitalis. Media-media pun mulai mengeksposnya sebagai suatu trend anak muda.

Gagasan dasarnya adalah mampu mengatakan tidak pada upaya eksploitasi dan publikasi media karena media merupakan salah satu mesin kapitalis. Sehingga seharusnya punk mampu bergerak melalui kegiatan konser sendiri tanpa sponsor yang mengutamakan kepentingan pribadi, mampu menuangkan ide-ide melalui fanzine atau tulisan-tulisan yang cukup representatif dan relevan terhadap keadaan saat ini.

PUNK and PUNK ROCK

Punk rock

Punk

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Gaya hidup dan Ideologi

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).
Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.
Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

Punk dan Anarkisme

Lihat juga Anarko-punk
Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.
Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.
Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.
Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).
Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.

Punk di Indonesia

Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.
CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi’s, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Anarko-punk

Anarko-punk adalah bagian dari gerakan punk yang dilakukan baik oleh kelompok, band, maupun individu-individu yang secara khusus menyebarkan ide-ide Anarkisme. Dengan kata lain, Anarko-punk adalah sebuah sub-budaya yang menggabungkan musik punk dan gerakan politik Anarkisme. Tidak semua punk diiidentikkan dengan anarkisme. Namun, anarkisme memiliki peran yang signifikan dalam punk. Begitu juga sebaliknya, punk memberikan pengaruh yang besar pada wajah dunia anarkisme kontemporer.
Beberapa band punk penting yang cukup popular dan dianggap sebagai pelopor dari gerakan anarko-punk antara lain Crass, Conflict, dan Subhumans. Sedangkan di indonesia beberapa band anarko-punk yang cukup populer antara lain Marjinal, Bunga Hitam, dan lain sebagainya.
Beberapa isu politik yang banyak diangkat oleh anarko-punk antara lain dukungannya terhadap gerakan anti perang, hak hidup satwa, feminisme, isu lingkungan, kebersamaan, anti kapitalisme, dan beberapa kasus-kasus yang juga banyak diangkat oleh para anarkis pada umumnya.

Musik rock

Untuk istilah Bahasa Indonesianya, lihat Musik cadas
Musik rock adalah genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun 50an. Akarnya berasal dari rhythm and blues, musik country dari tahun 40 dan 50-an serta berbagai pengaruh lainnya. Selanjutnya, musik rock juga mengambil gaya dari berbagai musik lainnya, termasuk musik rakyat (folk music), jazz dan musik klasik.
Bunyi khas dari musik rock sering berkisar sekitar gitar listrik atau gitar akustik, dan penggunaan back beat yang sangat kentara pada rhythm section dengan gitar bass dan drum, dan kibor seperti organ, piano atau sejak 70-an, synthesizer. Disamping gitar atau kibor, saksofon dan harmonika bergaya blues kadang digunakan sebagai instrumen musik solo. Dalam bentuk murninya, musik rock "mempunyai tiga chords, bakcbeat yang konsisten dan mencolok dan melody yang menarik".
Pada akhir tahun 60-an dan awal 70-an, musk rock berkembang menjadi beberapa jenis. Yang bercampur dengan musik folk (musik daerah di amerika) menjadi folk rock, dengan blues menjadi blues-rock dan dengan jazz, menjadi jazz-rock fusion. Pada tahun 70an, rock menggabungkan pengaruh dari soul, funk, dan musik latin. Juga di tahun 70an, rock berkembang menjadi berbagai subgenre (sub-kategori) seperti soft rock, glam rock, heavy metal, hard rock, progressive rock, dan punk rock. Sub kategori rock yang mencuat ditahun 80an termasuk New Wave, hardcore punk dan alternative rock. Pada tahun 90an terdapat grunge, Britpop, indie rock dan nu metal.
Sebuah kelompuk pemusik yang mengkhususkan diri memainkan musik rock dijuluki rock band atau rock group (grup musik rock). Rock group banyak yang terdiri dari pemain gitar, penyanyi utama (lead singer), pemain gitar bass, dan drummer (pemain drum), membentuk sebuah quartet. Beberapa group menanggalkan satu atau dua posisi diatas dan/atau menggunakan pennyanyi utama sebagai pemain alat musik disamping menyanyi, membentuk duo atau trio. Group lainnya memiliki pemusik tambahan seperti dua rhythm gitar dan atau seorang keyboardist (pemain kibor). Agak lebih jarang, penggunaan alat musik bersenar seperti biola, cello atau alat tiup seperti saksofon, terompet atau trombon.

Punk rock

Punk rock adalah gerakan musik rock yang berkembang sekitar tahun 1974-1975 di negara Amerika Serikat, Australia dan Inggris. Dipelopori oleh kelompok-kelompok seperti Ramones, Sex Pistols, The Damned, dan The Clash.
Kelompok punk sering meniru struktur musik sederhana seperti musik garage rock dari tahun 1960-an. Biasanya mereka terdiri dari satu drum kit, satu atau dua electric guitar, satu electric bass, dan vocals. Drums biasanya hanya memiliki satu snare drum, satu tom, satu floor tom, satu bass drum, hi-hats, satu atau dua crash cymbal dan satu ride cymbal.
Istilah punk rock dicetuskan oleh Dave Marsh untuk menggambarkan musik ? and the Mysterians dalam majalah Creem.